Polychrome Interest

A Random Blog of Everything I like

Wisata Bareng : Dieng Disaster

I’m back!!!!

Setelah sekian lama menghilang (cuma semingguan sih). Udah lama banget kayaknya saya ga pernah nulis pake bahasa Indonesia di blog ini karena banyak alasan (tapi ga bangga dengan bahasa Indonesia bukan salah satu alasan tersebut loh!! Saya sangat bangga dengan bahasa nasional kita)

Alasan kenapa sekarang tiba-tiba pakai bahasa Indonesia adalah karena saya mau sedikit curhat…sedikit menumpahkan uneg-uneg lah. Ini pun saya tulis setelah beberapa hari jadi saya agak sedikit tenang dan ga meluap-luap marahnya dalam menulis (berharap begitu sih sebenernya ;p ).

5 hari yang lalu, saya dan beberapa teman saya pergi ke Diecng Culture Festival. Kita menggunakan sebuah travel yang sepertinya sih dah sering mengadakan travel. Sebenarnya saya mau bareng travel yang digunakan teman saya tapi sayangnya travel dia dah full book dan jadilah kita berempat memakai travel lain. Sayangnya travel ini ternyata tidak profesional sama sekali. Memang sih penyebabnya bisa dibilang force majeure tapi cara penanganan si panitia yang tidak menyenangkan inilah yang membuat saya sangat kecewa.

Kita berangkat dari Lebak Bulus sekitar pukul 7 malam. Si panitia mengumumkan bahwa perjalanannya akan memakan waktu 17 jam. Saya cukup terkejut mendegar lamanya perjalanan tapi yah sudahlah terima saja yang penting sampai.

Tapi ternyata semuanya tidak semudah keliahatannya.

Sekitar jam 3 pagi, sebuah mobil box dari arah berlawanan dengan bus kita menabrak truk yang ada di depan bus. Truk tersebutpun otomatis mundur dan mengenai bis kita. Bus kita sebenarnya baik-baik saja hanya ada sedikit kerusakan namun tetap saja bus tersebut tidak boleh melanjutkkan perjalanan.

Copyright: Ryan

Copyright: Ryan

Si supir bus pun menelpon perusahaannya dan meminta bus yang baru….tapi panitia SAMA SEKALI tidak menyampaikan hal itu kepada semua anggota yang ikut dalam travelnya. Saya mengetahui kenyataan itu melalu anggota lain. Tanpa rasa bersalah si panitia sama sekali ga mengumpulkan semua anggota dan menjelaskan duduk persoalannya.

Sekitar jam 8 pagi, anggota sudah muali bosan dan resah. Bayangkan aja, kita dah menunggu di daerah yang ga jelas keberadaannya sejak jam 3 pagi…sudah 5 jam kita menunggu tanpa kejelasan. Akhirnya saya dan beberapa anggota lain menuntut agar ada kejelasan. Setelah kita berkoar-koar seperti itu barulah si panitia punya initiatif untuk menggumpulkan kita semua. Sebagian anggota menginginkan perpanjangan tour hingga hari Senin karena mereka merasa dirugikan (kalau jam 8 pagi saya masih di daerah Tasikmalaya, jam berapa kita akan sampai di Dieng dan otomatis ga akan dapat apa-apa kalau pulang hari minggu), sebagian lagi ga setuju karena Senin mereka harus kerja…saya termasuk salah satun yang tidak setuju karena saya punya kelas yang mesti saya ajar.

Ketika kita menuntut agar charter bus lain aja atau pulangkan uang kita dan biarkan beberapa dari kita balik ke Jakarta, si panitia malah bilang kalau dia sudah bayar sewa bus sebesar 14 juta (untuk 2 bus, bus satu lagi ntah ada dimana). Saya katakan sejujurnya ke dia, kita ga perlu tahu berapa besar dia sudah bayar sewa karena itu adalah resiko kerja dia. Ya memang betul kejadiannya adalah sebuah force majeure yang diluar perhitungan TAPI itulah resiko orang yang memiliki jasa event organizer, kita para konsumen ga peduli apakah dia rugi atau tidak. Sama saja dengan penyelengara konser, ketika konsernya batal apakah para pembeli tiket peduli dengan kerugian si penyelengara?? yang mereka mau hanya uang kembali.

Si panitia seperti tidak peduli dengan hal itu. Mereka benar-benar ga mau rugi dan seperti tidak mepunyai itikat baik untuk memperlakukan konsumen seperti raja.

Bus pengganti pun datang sekitar jam 9 an. Saya antara keraguan anatara mau pulang saja dengan terus ikut travel tersebut akhirnya memutuskan untuk lanjut.

Ga lama, saya lupa jam berapanya, bus baru itu mengalami ban meletus…gyaaaaaaaaa…..apa?????

Saat itu saya dah ga mood banget. Kenapa ada aja masalahnya. Tapi ya sudah kadung basah jadi lanjutin aja deh.

Akhirnya kita sampai di Dieng sudah hampir jam 12 malam, hari Sabtu…kita sama sekali ga liat Dieng Culture Festivalnya 😦

Alhamdulillah masih bisa ke Sikunir dah melihat dari kejauhan prosesi cukur gembel pada hari minggunya….tapi lagi-lagi ada hal yang membuat saya kesal dengan kepanitian travel tersebut.

Ketika salah seorang anggota bertanya pada panitia yang lain (dia menangani bus yang satu lagi) si panitia cewek tersebut (panitia di bus kita cowok) bilang dia ga tau apa-apa soal kejadian di bus kita….apa???? masa satu manajemen tidak saling komunikasi!!! Payah banget sih!! Terus, dengan seenak perutnya dia bilang saya aja dah repot mikirin bus saya. Buat saya itu adalah perkataan yang tidak pada tempatnya…mereka kan satu manajemen masa bisa bilang begitu dengan seenaknya, itu sama saja dengan ga peduli konsumen karena bukan dia yang jadi penanggung jawabnya. Total peserta 60an orang dan 2 panitia yang saling ga peduli apa yang terjadi di bus yang lain…EDAN banget!!

Saat itu juga saya rasanya seperti ingin nimpuk tuh cewek.

Apakah semuanya selesai disitu??

Ga!!!

Kesialan terus terjadi. Saya yang seharusnya selambatnya sampai disekolah jam 10 jadi molor ga keruan sampai jam 12an.

Bus lewat jalan alternatif yang ternyata masih dalam proses pembangunan jadi kita terpaksa jalan sekitar 200 meter sementara supir bus berusaha untuk bisa menggerakkan bus di area sempit. Kita yang sudah dikejar waktu tiba-tiba diberhentikan sejam sebelum subuh…buang-buang waktu banget ga sih??? Bukannya pas subuh aja berhentinya. Pas diprotes si mas-mas panitia jawabannya ga ngenakin banget.

Setelah masuk tol…bus mogok karena masalah solar yang ga mau naik (jangan tanya maksudnya apa…istilah permobilan yang saya ga ngerti). Kita terdampar di tol dan lagi-lagi tanpa ada penjelas. Kita bertanya-tanya apa yang terjadi…apa susahnya sih buat si panitia itu untuk berdiri dan bilang maaf ya busnya mogok karena ini dan itu…kita selalu dibiarkan tanpa kejelasan dan tanpa permitaan maaf.

Salah seorang anggota yang ada meeting jam 11 sampai harus nebeng mobil lewat untuk sampai ke Jakarta….dan si mas panitia sama sekali ga minta maaf sama dia.

 ????

DAN…..mogok lagi sedikit lagi sampai Fatmawati!!!

ARRRRRRGGGGHHHHH!!!!!

Kesimpulannya:

Semua kesialan ini memang diluar rencana panitia tapi kita pasti akan lebih memaafkan mereka seandainya mereka ada itikat baik untuk meminta maaf kepada kita tanpa kita marah-marah dulu. Dan lebih baik lagi kalau mereka bisa memberikan solusi yang menyenangkan konsumen.

Saya tidak akan menulis ini kalau saya tidak sekecewa ini dengan mereka…saya tidak akan pernah pakai agen travel mereka lagi dan saya juga tidak merekomendasikan mereka ke teman-teman saya. CUKUP SEKALI berhadapan dengan panitia seperti mereka.

Advertisements

About Novroz

I actively maintained 2 blogs. My personal blog is about things that I love: Turtles, Books, Movies, Music, Larc en Ciel, Muse, Cillian Murphy, The Mighty Boosh and many more. I also help my 3 super cute turtles, Kroten, Papoe and Kurome, to maintain their own blog: http://kamekroten.wordpress.com

11 comments on “Wisata Bareng : Dieng Disaster

  1. Nekoneko
    September 4, 2014

    Novia! You were in a bus accident? 😦

    I can only understand some of this post, (Google Translate is sooo wonky for Indonesian language…) but I hope you or nobody else was hurt badly. Having your trip ruined is bad enough…

    • Novroz
      September 4, 2014

      The bus accident is not the real problem tho. I will rewrite it in English soon

  2. Bikramjit
    September 4, 2014

    Did not understand 😦

    • Novroz
      September 4, 2014

      so sorry, I will rewrite it soon

  3. Pingback: Unpleasant Trip to Dieng | Polychrome Interest

  4. Frenky
    September 11, 2014

    Hai Mba Novi, ternyata pengalaman mba ke Dieng Culture Festival nya jadi berantakan gitu ya 😦

    Sayang banget mba ga bisa lihat acara fun nya yang ada di hari sabtu malam tuh, pas acara kembang api sama pelepasan lampion, seru banget!

    Next time kalau ke Dieng lagi (*kalau masih minat lihat alam nya*), pilih travel yang naik kereta aja mba, saya udah pengalaman naik bus full ( Jakarta – Dieng ) sama setengah bus stengah kereta, jauh lebih nyaman dan pasti jadwal nya naik kereta 🙂

    • Novroz
      September 12, 2014

      Iya nih parah bgt berantakannya.
      Saya sih ga minat liat alamnya lagi, lebih minat liat festivalnya karena bisa jadi sesuatu yang bagus ditulis….tapi sementara ini ga lagi deh kesana, mungkin beberapa tahun lagi.

      Frenky sama Chi Chien enak ya, ga ada halangan kayak gw 😉

  5. withu
    December 19, 2014

    Baru baca…waaaahhh..parah bgt. Dulu pernah bekpeker ma tmn ke Dieng, tp ga ikut2an travel sie en dulu jg bkn pas festivalnya sie. Cuma tb2 da tmn yg ngajakin bekpeker ksana, ydh gw ngikut aja. Cuma b5 juga, gw qtemu ma tmn gw ini di Banjarnegara, gw naek bus antarkota yg biasa mangkal di Gereja dkt pasming ituloh nov. Trus qtmuan ma 3 yg laennya lg di Dieng nya lgs. Kesana cm datengin telaga warna, kawah Sikidang en t’akhr sunrise di Sikunir..tp sayangnya wkt tu pas mendung, jd sunrise-nya agk ktutup awan gtu deh..krg pas timing bulannya mgkn.. >.<

    • Novroz
      December 23, 2014

      Iya memang parah banget tuh…pokoknya Wisata bareng gw blacklist selamanya.

      Hahaha backpacker bgt ya. Gw selalu ikut rombongan sih, males ribet soalnya

  6. Sozanolo Mendrofa
    February 13, 2015

    Wow!… Saya masih ingat kata” saya pada saat itu sebelum perpisahan ke “Om KUNCUP”

    “Jujur saya dendam banget sama mas karena tidak bisa menangani hal ini semua!” LOL

    • Novroz
      February 15, 2015

      Hahahha Om Kuncup!! Iya parah bgt, bikin eo tapi ga siap menanggani force majeur. Payah.

      Kemaren teman gw ada yg mau ikut wisbar terus inget cerita gw n ga jadi pergi.

Say something so I know you have read my post, THANK YOU for reading :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 3, 2014 by in Things I Need to Say and tagged , , , , , , , , , .

Categories

Movie Event

Thank you for following me :)

Join 2,554 other followers

Check these books!

RSS Celoteh Siswa

  • Kepribadian
    Hari ini, guru Bahasa Indonesia di sekolah meminta anak2 kelas 6 untuk membuat kalimat dengan menggunakan beberapa kata, salah satunya adalah KEPRIBADIAN. Salah seorang anak membuat kalimat yang menarik 😉 “Saya menyimpan kepribadian saya di locker”

COPYRIGHT

© Polychrome Interest [bokunosekai.wordpress.com]. Unauthorized use and/or duplication of this material and/or photographs without express and written permission from this blog’s author and/or owner is strictly prohibited. All requests to republish excerpts, articles, or photos must be made to the blog owner/author.

Goodreads