Teachers of My Life

Tiba2 aja gw pengen menulis sebuah artikel ttg guru2 yang membuat gw menyukai sekolah, membuat gw merasa kalo belajar itu menyenangkan. Mereka punya tempat yang berarti dalam hidup gw, tanpa mereka sadari mereka telah membentuk pola berfikir gw. Merekalah the teachers of my life.

Gw sama sekali ga berminat untuk menulis ttg guru2 yang gw benci karena gw menyadari banyak hal setelah gw sendiri menjadi guru…sama halnya dgn seorang anak yang menyadari kesusahan orang tuanya ketika mereka sendiri akhirnya menjadi orang tua dr anak2 mereka. Mereka yang dulu sempat gw benci sebenarnya tidak layak untuk dibenci karena mereka telah memberikan waktu mereka yang berharga demi mencurahkan ilmu kepada murid2nya…waktu itu begitu berharga karena materi yang mereka terima sebagai balasan dr waktu itu sangatlah tidak setimpal. Guru2 negeri saat ini memang bisa dibilang menerima materi setimpal (bahkan sampai bisa beli mobil) tapi tidak pada guru2 negeri jaman dulu dan guru2 honorer sampai detik ini…oleh karena itulah gw menyesal pernah membenci mereka.

Sekolah Dasar (SDN 11 Pagi Pejaten)

Pada masa2 penuh keluguan ini ada 2 orang guru yang berarti banget bwt gw. Yang pertama adalah Pak Yanto, wali kelas gw kelas 6 yang mengajar kurang lebih 5 mata pelajaran. Pak yanto yang walopun saat itu masih bujang tapi sudah bisa menunjukkan jiwa ke-bapak-annya. Caranya mengajarkan pelajaran IPA membentuk diri gw yang sampai saat ini lebih menyukai pelajaran Sains drpd Sosial. IPA kadang dibenci banyak anak SD tapi buat gw itu adalah pelajaran yang paling gw tunggu2.

Lalu ada Pak Joko, guru matematika yang bisa membuat matematika ga keliatan kayak pelajaran yang ruwet n bikin kepala pusing. Metodenya begitu mudah dimengerti. Beliaulah yang telah membuat gw lebih suka menghitung drpd menghafal.

Kepada Pak Yanto n Pak Joko…terima kasih yang sebesar2nya karena telah menunjukan bahwa Sains n matematika bukanlah pelajaran yang menyeramkan namun merupakan pelajaran yang menyenangkan.

Sekolah Menegah Pertama (SMPN 227)

Sebelumnya gw mau cerita dulu ttg SMP gw. SMPN 227 bukanlah sekolah yang gw idamkan!! Gw pengen masuk SMPN 41, NEM gw sangat mencukupi tapi yang jadi masalah adalah Rayonnya (dulu ada system rayon agar anak2 SD ke SMP yang dekat dgn SDnya), karena repot ngurusin rayonnya akhirnya gw terlempar pasrah ke SMP yang ga jelas itu. Tapi setelah bersekolah disana, pendapat gw berubah ‘gw ga akan merubah sekolah gw walopun gw bisa mengulang kembali masa2 pendaftaran SMP’. Masa2 SMP gw begitu indah karena gw menemukan teman2 yang luar biasa.

Berbeda dgn SD, di SMP gw bagai diberi pencerahan untuk bisa menyukai pelajaran social…atau lebih tepatnya bahasa. Ibu Dwi yang sempat jadi wali kelas gw di kelas 3 n guru Bahasa Inggris gw selama 3 tahun adalah orang yang berjasa membuat gw lancar Berbahasa Inggris. Bu Dwi selalu menjelaskan segalanya dgn sabar n ga sok tau. Gw n teman2 gw suka menyebut dia sebagai mami karena dialah Ibu qt semua (padahal waktu itu masih single tapi sabar bgt kayak ibu2).

Sayangnya hanya ada 1 guru di smp yang berpengaruh dlm pola kerja otak gw…Untuk Mami tercinta, thank a lot for making me love learning language.

Sekolah Menengah Atas (SMAN 28)

Waktu diterima di 28 gw senang bgt karena waktu jaman gw sekolah bagus yang ada di dekat rumah cuma SMAN 8 n SMAN 28…dan sejak awal gw ga minat ke SMAN 8. Walopun gw ada di baris bawah daftar penerimaan tapi gapapa yang penting keterima J toh akhirnya gw bisa membuktikan diri dgn nilai2 yang lebih baik dibanding mereka yang nama2nya ada diatas gw…hehe Bangga loh.

Di SMAN dengan nama besar ini ada 3 guru yang paling gw inget, salah satunya malah membuat gw mengilai mata pelajarannya. Ibu Nursetiowati, guru Kimia yang tegas n disegani banyak murid itu menjadi guru Kimia gw selama 2 tahun n sempat jadi wali kelas gw pas kelas 2. Cara mengajarnya to the point dan mudah dimengerti. Setiap penjelasannya langsung meresap ke otak gw n mengendap selama bertahun2 di sana…Kimia begitu indah dan penuh kejutan…gw benar2 jatuh cinta pada kimia gara2 Ibu Nur. Selama beliau jadi guru kimia gw, ga pernah sekalipun gw merasa kalo kimia itu menyusahkan, nilai2 gw selalu indah2…itulah efek kalo menyukai suatu pelajaran.

Lalu ada Ibu Dewi yang kecil mungil dan ternyata alumni 28. Bu Dewi paling sebel kalo ada yang manggil dia Bu De karena terkesan jadi tua, jadi qt harus manggil dia dgn lengkap Bu Dewi. Bu dewi merubah sikap anti pati gw terhadap pelajaran hafalan, beliau mengajar PSPB (Pendidikan Perjuangan Sejarah Bangsa) yang sumpah demi ALLAH adalah pelajaran yang bisa ngebuat qt bosan setengah mati. Waktu smp dah dpt pelajaran itu n diulang lagi di SMA. Waktu itu gw dah pasang posisi enak untuk tidur, tapi akhirnya PSPB malah jadi pelajaran favorit gw nomor 2 setelah Kimia. Bu dewi itu ga pernah menjelaskan berdasarkan kata2 yang tertulis di buku, beliau bercerita layaknya pendongeng, setiap cerita yang beliau sampaikan langsung tertanam di otak. Hal itu membuat gw ga perlu buka buku PSPB lama2 untuk ngapalin isinya pas mau ulangan…gw cukup baca sedikit aja dan langsung semua ucapan bu dewi mengalir kembali dalam otak. Ah seandainya semua pelajaran sosial disampaikan dgn cara Bu Dewi maka gw ga perlu lagi lempar2 buku saking kesalnya karena ga mau nempel di otak. Sayang PSPB bersama bu Dewi cuma ada di semester 1 kelas 1.

Yang terakhir adalah Bu Hanumah, guru Biologi kelas 3 gw yang luar biasa baik, keibuan dan seorang pendongeng Biologi. Ilmu Bu Hanum luas bgt, beliau ga Cuma bercerita ttg materi yang ada di bab pelajaran saat itu. Beliau membuat perkawinan silang dan DNA tampak mudah bgt. Bu Hanum membuat terjadinya persaingan ketat dengan Pak Yanto sebagai guru Biologi sepanjang masa. Selama kelas 3, kelas Bu Hanum menjadi hal yang paling gw tunggu2…senangnya bisa menyerap banyak ilmu. Sejujurnya, gw lebih suka mendapat ilmu ttg biologi drpd menghafal biologi buat ulangan. Menyenangkan bgt mendengarkan ilmu2 biologi yang ditumpahkan bu Hanum. Beliaulah yang membuat gw begitu tergila2 dgn keajaiban genetik…bahkan gw sempat punya pikiran untuk jd alhi genetika.

Kepada Bu Nur, Bu Dewi n Bu Hanum…terima kasih banyak atas ilmu2 yang telah anda sampaikan dan membuat yang susah jadi mudah.

Akademi Kimia Analisis Bogor

AKA terkenal susah dan pelit liburan. Selalu ada aja anak yang DO atau stress…untungnya gw ga termasuk salah satunya…karena gw amat sangat mencintai kampus gw. Disana gw menemukan teman2 yang ga akan pernah terlupakan selamanya n ilmu2 kimia yang luar biasa. Dosen2nya bervariasi. Sebenernya banyak yang gw suka tapi gw Cuma mau nulis2 yang paling gw suka.

Pertama Pak Noviar…gw kagum bgt sama bapak 1 ini, bukan karena bernama sama tapi karena ilmunya yang luaaaas bgt. Beliau alumni AKA yang udah ngambil master di luar negeri. Pelajaran Pak noviar susaaah buanget, Analisis Instrument, isinya lebih ke fisika drpd kimia karena qt harus belajar cara kerja alat2 yang dipakai untuk analisis kimia. Gw ga akan bilang kalo kekaguman gw ke Pak Noviar bikin nilai2 gw bagus…karena sama sekali ga!! Tapi point utamanya adalah si bapak. Cara mengajarnya menunjukkan tingkat kecerdasannya. Dia dulu jarang merhatiin dosen karena sibuk dgn eksperimen2 kecilnya tapi nilai2nya ttp bagus. Beliau pernah menceritakan ttg keingintahuannya atas HNO3…HNO3 bisa ngelarutin logam, trus bisa ngelarutin daging n tulang juga ga ya? Lalu dia coba masukin kodok ke HNO3…walhasil dia ga bisa makan selama seminggu gara2 melihat kodok yang larut dlm HNO3. Pak Noviar membuat gw jadi ingin lebih pintar.

Lalu ada Pak Cheppy yang ruaaamah buanget. Beliaulah yang membuat gw jadi guru seperti gw sekarang. Beliau gaul bgt ma siswa2nya, dekat n bisa diajak bercanda. Bapak2 yang bisa diajak tos dan punya gaya cuek. Gw pernah nulis kalo gw ga pernah menemukan guru yang seperi dlm dorama2 Jepang tapi gw menemukan dosen yang seperti dlm dorama2 Jepang J

Kepada Pak Noviar terimakasih telah membuat gw ingin selalu menjadi bertambah pintar dan kepada Pak Cheppy terimakasih telah membuat gw menjadi guru yang bisa akrab dgn murid.

Search for a Topic
Posted Recently
Categories
Other Blogs

Anka’s Skills Progress

%d bloggers like this: